PR pemerintah

pr
Indonesia adalah negara yang kaya akan kekayaan alamnya. Salah satu negara yang disebut-sebut sebagai paru-paru dunia karena sumbangan oksigennya terhadap dunia. Di darat, Indonesia mempunyai emas, perak, bahan-bahan tambang berharga, dan ribuan jenis flora dan fauna. Dilaut, Indonesia punya kekayaan alam yang melimpah, mulai dari ikan, hewan laut, terumbu karang dan minyak bumi yang melimpah ruah. Begitu banyak kekayaan alam yang ada di negara subur ini.

Kita lihat pada zaman sejarah beberapa puluh tahun kebelakang. Indonesia dijajah selama 350 tahun oleh Belanda. Dan baru mendapatkan kemerdekaan pada tahun 1945. Jika kita hitung, sudah hampir 68 tahun negara ini terlepas dari gempuran para penjajah. Akan tetapi, mengapa rasanya negara ini tak maju-maju? Barang-barang tambang seperti emas diambil oleh negara-negara adikuasa seperti Amerika. Negara-negara lain menjadi kaya karena kekayaan alam Indonesia, sementara masyarakat indonesia sendiri justru masih banyak yang menderita dan hidup miskin.

Ada apa dibalik semua ini? Bukankah negara kita ini sudah merdeka?

Sekilas, negara Indonesia memang sudah terlepas dari penjajahan. Tapi tanpa disadari oleh sebagian orang, bekas penjajahan terhadap Indonesia masih berbekas hingga saat ini. Bekas tersebut telah ditanamkan oleh para penjajah setelah kemerdekaan Indonesia terjadi. Ya’ni, kebiasaan sebagian orang Indonesia yang mempunyai mental menerima dari pada berusaha.

Jika diibaratkan, mereka lebih memilih Ikan dari pada pancingan untuk menangkap ikan. Artinya, mereka lebih memilih menunggu diberi dari pada berusaha sendiri untuk mendapatkannya. Kita Ambil salah satu contoh dari Papua. Kita mengenal free port yang terjadi disana. Pemerintah tidak mau mengurus dan mengolah tambang emas yang ada disana. Mereka lebih memilih memberikannya ke pihak Amerika untuk diolah. Sedangkan kita hanya tinggal menunggu keuntungan yang sedikit, bahkan tidak lebih dari 30-40%. Sedangkan 60-70% sisanya diambil oleh negara lain. Terlebih keuntungan dari ber ton-ton emas yang kita terima dalam jumlah sedikit itu, diambil oleh mereka yang korup. Sementara masyarakat miskin terlantar dan tak terurus.

Akhirnya, yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin terpuruk. Inilah akibatnya jika suatu negeri lebih percaya kepada negara-negara kafir. Padahal kita mempunyai hikum dan pedoman yang sudah jelas, ya’ni Islam.

Artikel KABAR5 Lainnya :

Scroll to top